Ilmu Pengetahuan Sosial By Asep Totoh,SE

Kahatur sadaya siswa SMP Pasundan & SMK Bakti Nusantara 666…Kita Pasti Bisa

Konflik Sosial

Konflik berasal dari kata kerja latin Configere yang berarti saling memukul, secara sosiologis, Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial anatara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau menyingkirkannya.

Konflik menurut kamus besar bahasa Indonesia (2002) diartikan sebagai perceckcokan, perselisihan, dan pertentangan. Menurut kartono & Gulo (1987) konflik berarti ketidaksepakatan dalam suatu pendapat emosi dan tindakan dengan orang lain. Jadi bentuk interaksi sosial disosiatif mulai dari persaingan, pertentangan, kontravensi, pertikaian dan sebagai pencapaian tujuan akhir melakauakn tindakan fisik ataupun nonfisik.

Contoh sederhana supporter Persib mengamuk karena kalah main dari Persija, hal ini ditandai karena adanya ketidakpuasan dari apa yang diinginkan akhirnya melakukan tindakan penyerangan dan pengrusakan apapun yang mereka temukan. Bentuk pertentangan bisa dikatakan konflik jika pertentangan itu bersifat langsung. Selain itu juga pertentangan dilakukan atas dasar kesadaran pada masing-masing pihak bahwa mereka saling berbeda atau berlawanan.

Konflik dilatarbelakangi oleh perubahan cirri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut cirri fisik, kepandaian, pengetahuan, adapt istiadat, keyakinan dan sebagainya. Ketika masyarakat itu ada maka akan selalu terjadi konflik, sehingga konflik akan hilang bersamaan dengan hilangnya konflik itu sendiri.

Suatu konflik terjadi akibat :

  1. Perbedaan Pendapat
  2. Salah paham
  3. Ada pihak yang dirugikan
  4. Perasaan sensitive
  5. Tujuan yang tidak tercapai

Faktor penyebab Konflik

  1. Perbedaan individu
  2. Perbedaan latar belakang kebudayaa
  3. Perbedaan kepentingan anatara individu atau kelompok
  4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak adalam masyarakat.

Bentuk Konflik sosial:

  1. Konflik tujuan
  2. Konflik peranan
  3. Konflik nilai
  4. Konflik kebiajakan

Proses Konflik

  1. Oposisi atau ketidakcocokan potensial;
  2. Kognisi dan personalisasi
  3. Maksud
  4. Perilaku
  5. Hasil

Pengelolaan Konflik

  1. Bentuk Kalah Kalah (Menghindari konflik)
  2. Bentuk Menang Kalah (Persaingan)
  3. Bentuk Kalah Menang (Mengakomodasi)
  4. Bentuk Menang Menang (Kolaborasi)

Pendapat alain menurut Hendircks (2001) adalah :

  1. Integrating (menyatukan,menggabungkan)
  2. Obliging (saling membantu)
  3. Dominating (menguasai)
  4. Avoiding (menghindar)
  5. Compromising (kompromi)

%d blogger menyukai ini: